Agen resmi Penjualan pupuk hayati M-Bio. Tlp: 085-323-179-112 Line ID: mbioporasi

Sabtu, 14 Juli 2018

Pupuk Penyubur Tanaman Bunga

kini anda dapat membuat pupuk penyubur tanaman bunga sendiri
Berikut ini ulasan lengkap mengenai Pupuk penyubur tanaman bunga Organik yang dapat anda racik dan buat sendiri menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah. Sebelum itu, perlu diingat bahwa tanaman membutuhkan 2 macam nutrisi yaitu Makronutrient dan Mikronutrient. Makronutrient adalah nutrisi yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang besar diantaranya: nitrogen, kalsium, potasium, sulfur, magnesium, dan fosfor. Sedangkan Mikronutrient adalah nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit, contohnya; besi, boron, mangan, seng, tembaga, klor, dan molybdenum. Dan karena semua nutrisi tersebut jumlahnya sedikit dalam tanah / media tanam, penambahan pupuk dengan kandungan yang tepat sangat dibutuhkan untuk mendukung proses pertumbuhan tanaman. Berikut ini beberapa bahan organik mudah ditemukan di rumah yang bisa anda olah sebagai pupuk penyubur tanaman bunga,

Kulit telur, jangan buru-buru membuang air rebusan telur maupun kulit telur di dapur. Salah satu nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman bunga adalah Kalsium dalam jumlah besar. Nutrisi tersebut dapat ditemukan pada kulit telur.

Abu bakaran (kayu), Abu bakaran memiliki nutrisi kompleks yang dibutuhkan oleh tanaman bunga. Abu bakaran memiliki kandungan kation K (Kalium), Ca (Kalsium), Mg (Magnesium), Si (Silika). Kumpulkan ranting-ranting dan kayu kemudian bakar hingga menjadi abu, pisahkan abu dan simpan di tempat kering supaya kandungan nutrisi tidak terkikis air sebelum diaplikasikan pada tanaman bunga.

Kulit Bawang, menurut penelitian bawang memiliki kandungan Kalsium, Fosfor dan Besi. Kandungan serupa dapat diperoleh dari berbagai kulit buah-buahan / umbi-umbian, misalnya kulit Pisang. Kulit pisang juga memiliki kandungan Kalsium yang cukup tinggi yang dibutuhkan oleh tanaman. Karenanya, jangan ragu mengolah kulit buah / sayuran yang dapat ditemukan di dapur sebagai Pupuk penyubur tanaman bunga.

Ampas teh, ampas kopi, ampas kelapa dan ampas tebu, jangan buang ampas apapun asalkan masih termasuk bahan organik di dapurmu! karena ampas-ampas tersebut telah teruji dapat diolah menjadi pupuk untuk menyuburkan tanaman bunga.

Bunga-bungaan, buah-buahan & tulang-belulang, ketiganya merupakan bahan organik mudah ditemukan yang ternyata banyak mengandung unsur P (fosfor), yaitu unsur hara yang sangat berperan penting dalam merangsang pembentukan bunga.

Cara Mengolah Bahan Organik menjadi Pupuk Penyubur Tanaman Bunga

Setelah anda mengumpulkan bahan-bahan organik yang bisa diolah menjadi Pupuk Penyubur Tanaman Bunga, jangan terburu-buru mengaplikasikannya pada tanaman bunga. Karena bahan organik mana 'pun pasti membutuhkan proses penguraian rumit yang harus terjadi hingga bahan organik tersebut berubah menjadi sumber nutrisi bagi tanaman bunga yang pantas disebut sebagai 'pupuk'. Jika tidak, bahan organik tersebut akan lebih banyak terbuang sia-sia karena membusuk dan sebagian kecilnya saja yang bisa diserap sebagai nutrisi bagi tanaman bunga. Apa yang dibutuhkan bahan organik agar dapat menjadi pupuk dengan nutrisi yang lengkap bagi tanaman? Jawabannya adalah mikroba. Jika mikroba yang bertugas untuk mengikat, mengurai serta melarutkan bahan organik tidak tersedia dalam jumlah yang cukup, bahan organik akan membutuhkan waktu lebih lama untuk berubah jadi unsur hara, salah-salah hanya membusuk saja dan kehilangan sebagian besar unsur haranya dan kurang efektif apabila digunakan sebagai pupuk tanaman bunga.

 pupuk penyubur tanaman bunga
1 botol isi 1 liter, cukup untuk 1 ton bahan organik
Karena itu, kami hadirkan Pupuk Hayati M-BIO sebagai SOLUSI KELAS PREMIUM untuk mengatasi masalah yang sering dialami oleh petani organik dalam proses pembuatan pupuk penyubur tanaman bunga. Pupuk Hayati M-BIO adalah pupuk mikrobiologis yang berisi kultur mikroba majemuk hidup diantaranya: Azotobacter sp, Bacillus sp, Lactobacillus sp, Saccharomyces sp; yang sangat bermanfaat dalam mengubah bahan organik secara fermentasi menjadi pupuk penyubur tanaman bunga dengan kandungan yang lebih kaya serta lebih mudah diserap oleh akar tanaman bunga. 

Pupuk hayati M-BIO juga mengandung berbagai hormon perangsang tumbuh seperti Auksin, Giberelin, Sitokinin dan enzim sebagai senyawa bioaktif untuk pertumbuhan tanaman yang apabila dikocorkan dengan dosis 1 tutup botol (15 ml) per ± 2 liter air setiap 7 hari sekali, dapat membantu merangsang pembentukan akar dan rambut akar, melindungi akar dari serangan penyakit / hama serta meningkatkan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur hara yang tersedia. Simak cara mengolah bahan organik yang tepat untuk membuat Pupuk Penyubur Tanaman Bunga (lebih cocok untuk tanaman bunga yang sudah memasuki vase pembentukan bunga & buah) dibawah ini.
Bahan-bahan:
- Bunga-bungaan / buah-buahan / sisa tulang: 7 kg
- Kulit telur / kulit buah / kulit umbi / kulit bawang / ampas kelapa: 4 kg
- Ampas teh / ampas kopi / rumput hijau / sisa sayuran mentah: 4 kg
- Abu bakaran kayu: 750 gr
- Gula merah / gula putih: 15 gr (1 sdm muncung)
- Air cucian beras / air rebusan telur: 750 ml
- Pupuk Hayati M-BIO: 15 ml (1 tutup botol)

Pembuatan:
  • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, air cucian beras / air rebusan telur yang sudah dingin & gula di dalam wadah hingga tercampur rata
  • Tumbuk kasar kulit telur dan tulang belulang, boleh dicuci dahulu sebelumnya. Cacah kasar bahan organik lainnya dan jadikan satu dengan abu bakaran kayu, kulit telur & tulang.
  • Siramkan larutan M-BIO, air cucian beras dan gula secara merata dengan menggunakan embrat pada campuran bahan organik, sampai kandungan air pada campuran bahan organik tsb mencapai ± 50% (adonan bila diremas dengan tangan tidak ada air yang menetes dan apabila remasan dilepas adonan mekar)
  • Adonan ditumpukkan merata di tempatnya, kemudian ditutup dengan karung goni atau penutup lainnya supaya tidak terkena hujan dan sinar matahari langsung. 
  • Setelah 6-8 jam, suhu adonan diperiksa. Selanjutnya aduk-aduk / balik adonan sampai suhu adonan dingin kemudian ditutup kembali. 
  • Setelahnya, adonan harus dibalik / diaduk kembali setiap hari untuk menjaga suhu adonan tetap di bawah 40° C supaya mikroba pupuk hayati M-BIO tidak mati.
  • Setelah ± 7-10 hari fermentasi, pupuk organik khusus tanaman bunga siap diaplikasikan.

Cara Pengaplikasian Pupuk penyubur tanaman bunga:
  • Pupuk ini mengandung unsur hara lengkap yang lebih cocok diaplikasikan pada tanaman bunga di masa generatif (pembentukan bunga & buah), bisa langsung dibenamkan pada kiri kanan tanaman bunga di pekarangan atau dalam pot / polibag.
  • Takaran pupuk organik padat ini tergantung pada komoditas tanaman dan jenis media tanam yang dipakai, biasanya cukup 1 genggam dewasa untuk setiap tangkai diaplikasikan sekitar 1 bulan sekali disesuaikan kebutuhan.

DAPATKAN SEKARANG!!
Diskon 10% untuk 1 btl pertama
Info Lengkap Harga dan Pemesanan
pupuk penyubur tanaman bunga - cara pesan m-bio
Distributor & Agen Resmi M-BIO Porasi
Keamanan dan Kenyamanan Privasi Pelanggan Terjamin

*(( Pupuk Penyubur Tanaman Bunga ))*

pemesanan pupuk hayati M-bio Line ID:
mbioporasi
Telegram ID:
@mbioporasi
Posted by: Agen Resmi M-BIO