Agen resmi Penjualan pupuk hayati M-Bio. Tlp: 085-323-179-112 Line ID: mbioporasi

Rabu, 25 April 2018

Cara Pemupukan Timun

Berikut ini cara pemupukan timun organik terbaik yang patut ada coba di kebun anda sendiri. Selain terbukti menghasilkan panen yang memuaskan, pupuk yang digunakan sudah pasti aman & tidak meninggalkan residu negatif, selain itu dapat anda buat sendiri di rumah menggunakan bahan-bahan organik yang mudah ditemukan di sekitar rumah. Cara penanamannya sama seperti biasanya namun untuk mendapatkan panen yang memuaskan perhatikan cara pemupukan timun dibawah ini,

1. Pupuk Dasar
Setiap tanaman membutuhkan pupuk dasar yang mampu menunjang kebutuhan nutrisi tanaman terutama di usia awal pertumbuhan, baik untuk pembentukan akar dan rambut akar untuk menyerap unsur hara hingga pembentukan daun dan batang serta mempersiapkan diri dalam pembentukan bunga dan buah. Untuk cara pemupukan timun yang pertama, penuhi kebutuhan nutrisi untuk tanaman timun dengan memberikan banyak pupuk dasar yang mengandung unsur hara P (fosfor) & N (nitrogen) seperti kotoran ayam, kotoran kambing, eceng gondok, air kencing hewan, kotoran guano. Setelah bahan organik difermentasi dan matang, taburkan pupuk dasar sebanyak 5-10 ton/ha (tergantung pada komoditas tanaman dan tingkat kesuburan tanah) diatas tanah saat pengolahan tanah / membuat bedengan, pupuk dasar boleh ditambah sebanyak satu genggam yang dibenamkan di kiri-kanan lubang tanam saat tanaman timun memasuki usia 15-20 hari setelah tanam bila perlu.
Bahan-bahan:
- Tanaman sisa panen / rerumputan / azolla: 400 kg
- Kotoran ayam / kambing / guano: 400 kg
- Batang pohon pisang / eceng gondok / buah-buahan: 200 kg
- Dedak / bekatul: 50 kg
- Gula merah / gula putih: 1 kg
- Air kencing hewan: 25 liter
- Air: ± 25 liter
- Pupuk Hayati M-BIO: 1 liter

Pembuatan:
  • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, gula, air kencing hewan & air di dalam wadah hingga tercampur rata
  • Campur rata semua bahan-bahan organik yang sudah dicacah menggunakan sekop.
  • Siramkan larutan M-BIO, air & gula secara merata dengan menggunakan embrat pada campuran bahan organik, sampai kandungan air pada campuran bahan organik tsb mencapai ± 50% (adonan bila diremas dengan tangan tidak keluar air, dan apabila remasan dilepas adonan mekar)
  • Adonan ditumpukkan merata di tempatnya, kemudian ditutup dengan karung goni atau penutup lainnya supaya tidak terkena hujan dan sinar matahari langsung. 
  • Setelah 6-8 jam, suhu adonan diperiksa. Selanjutnya aduk-aduk / balik adonan sampai suhu adonan dingin kemudian ditutup kembali. 
  • Setelahnya, adonan harus dibalik / diaduk kembali setiap hari untuk menjaga suhu adonan tetap di bawah 40° C.
  • Setelah ± 7-10 hari fermentasi, pupuk dasar untuk timun siap diaplikasikan.

2. Perendaman Bibit & Penyemprotan Media Tanam
Untuk merangsang pembentukan akar dan rambut akar sehingga wilayah serapan nutrisi lebih lebar serta melindungi tanaman timun dari penyakit / hama sejak dini, rendam biji / bibit timun selama 24 jam dalam larutan Pupuk Hayati M-BIO dosis 1 tutup botol dalam 1 liter air. Jangan lupa semprot media tanam / media semai 1 hari sebelum bibit di tanam dan/atau dipindah tanam dengan dosis 1 tutup botol M-BIO dalam 2 liter air, untuk meningkatkan perkembangbiakan mikroba pelarut fosfat dan pengikat Nitrogen supaya unsur hara yang ada dalam media tanah lebih mudah diserap oleh tanaman timun.

3. Pengecoran Tanaman Timun
Pupuk Hayati M-BIO mengandung berbagai hormon ZPT yang berfungsi baik dalam merangsang pembentukan bunga & meningkatkan presentase terbentuknya buah, menekan pertumbuhan bakteri patogen yang merusak akar, memperbesar ukuran buah timun dan mencegah tanaman tumbuh kerdil. Karenanya, kocorkan Pupuk Hayati M-BIO setiap 7 hari sekali dengan dosis 1 liter M-BIO / 150 liter dengan takaran 1 gelas belimbing untuk setiap tanaman.

4. Pupuk Susulan
Cara Pemupukan Timun yang terakhir adalah mengaplikasikan pupuk susulan saat tanaman timun menginjak usia 30 hst. Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman timun dalam pembentukan buah dan pembesaran ukuran buah serta meningkatkan kualitas rasa, pastikan pupuk susulan mengandung unsur hara dominan N (nitrogen) dan K (kalium). Kedua unsur hara tersebut juga mampu memperkecil kemungkinan tanaman mengalami kerontokan bunga dan buah timun, berikut ini cara membuat pupuk susulan timun.
Bahan-bahan:
- Sabut Kelapa: 20 kg
- Serbuk kayu / seresah daun / kulit buah-buahan: 10 kg
- Kotoran Hewan: 40 kg
- Tanaman sisa panen / rumput / azolla: 30 kg
- Gula merah / gula putih: 1 kg
- Air: 150 liter
- Pupuk Hayati M-BIO: 1 liter

Pembuatan:
  • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, air & gula di dalam drum / wadah yang bisa ditutup rapat hingga tercampur rata. 
  • Masukkan bahan-bahan organik yang sudah dicacah ke dalam larutan dan aduk kembali hingga bahan-bahan organik terendam dalam air, volume bahan organik setidaknya ⅓ dari volume keseluruhan, kemudian tutup rapat supaya proses fermentasi bekerja dengan sempurna
  • Lakukan pengadukan larutan sehari sekali selama 7 hari, setelah itu pupuk susulan siap diaplikasikan.

Cara Pengaplikasian Pupuk susulan timun:
  • Setiap satu liter pupuk organik cair untuk tanaman timun dicampur dengan 5 - 10 liter air, bila dirasa terlalu pekat, boleh ditambah air.
  • Sebelum diaplikasikan, saring dahulu larutan pupuk organik cair ini agar sisa-sisa bahan organik yang tidak larut-- tidak terbawa ke dalam tangki sprayer.
  • Kocorkan pupuk susulan ini sebanyak 1 gelas kecil (± 200cc) ke dalam lubang akar tanaman. Dan sebagian lagi disemprotkan ke batang & daun tanaman timun menggunakan sprayer setiap 1 - 2 minggu sekali.
  • Hasil saringan / bahan organik yang tidak larut masih memiliki unsur hara dengan kandungan yang kurang lebih sama, setelah dikeringkan bisa dibenamkan di kiri kanan tanaman timun.

Inovasi Baru Kombinasi Cara Pemupukan Timun dengan Pupuk Hayati M-BIO

cara pemupukan timun organik
Deptan No. 258/Kpts/SR.310/B/07/2015
Pupuk Hayati M-BIO adalah pupuk yang seringkali disebut sebagai Pupuk Biofertilizer, dibuat dari formula khusus dengan kandungan mikroba majemuk menguntungkan diantaranya: Azotobacter sp, Bacillus sp, Lactobacillus sp, Saccharomyces sp. merupakan kumpulan mikroba pengikat N (nitrogen), mikroba pelarut P (fosfat) dan K (kalium) sehingga mampu memproses bahan-bahan organik secara fermentasi menjadi pupuk organik yang kaya akan unsur hara lengkap dengan komposisi yang lebih mudah diserap oleh tanaman. Oleh karena itu cara pemupukan timun yang menggunakan pupuk organik kombinasi Pupuk Hayati M-BIO mampu meningkatkan hasil panen, selain itu penggunaan pupuk anorganik / kimia dapat dikurangi (cukup 25%-50%) dan/atau ditinggalkan sama sekali.

Pupuk Hayati M-BIO juga mengandung berbagai hormon perangsang tumbuh seperti Auksin, Giberelin, Sitokinin dan enzim sebagai senyawa bioaktif untuk pertumbuhan tanaman. Auksin adalah hormon yang pada umumnya diproduksi tumbuhan yang berfungsi sebagai pengatur pembesaran sel dan memicu pemanjangan sel di daerah belakang meristem. Hormon auksin secara alami ditemukan pada bagian akar, ujung batang dan bunga namun karena jumlahnya yang seringkali kurang, banyak petani yang menambahkan hormon auksin buatan untuk menunjang pertumbuhan. Fungsi auksin pada tanaman timun antara lain:
  • Merangsang proses perkecambahan biji, dilakukan dengan cara melakukan perendaman biji / benih dengan pupuk hayati M-BIO.
  • Merangsang proses pembentukan dan pertumbuhan akar.
  • Merangsang terbentuknya bunga dan buah.
  • Mencegah kerontokan buah.
  • Memecah dormansi pucuk atau apikal (suatu kondisi pucuk atau akar tanaman tidak mau berkembang)

DAPATKAN SEKARANG!!
Diskon 10% untuk 1 btl pertama
Info Lengkap Harga dan Pemesanan
 cara pemupukan timun - pemesanan pupuk hayati m-bio porasi
Distributor & Agen Resmi M-BIO Porasi
Keamanan dan Kenyamanan Privasi Pelanggan Terjamin

*(( Cara Pemupukan Timun ))*

Line ID:
mbioporasi
Telegram ID:
@mbioporasi
Posted by: Agen Resmi M-BIO