Agen resmi Penjualan pupuk hayati M-Bio. Tlp: 085-323-179-112 Line ID: mbioporasi

Selasa, 10 April 2018

Cara Membuat Pupuk Organik Cair

Berikut ini Cara membuat pupuk organik cair Paling mudah, cepat dan terbukti menghasilkan pupuk organik yang kaya akan unsur hara serta dengan kandungan yang lebih mudah diserap oleh tanaman. Bagi anda yang lebih memilih penggunaan pupuk organik dibanding pupuk anorganik, kini anda sudah dapat membuat pupuk organik sendiri di rumah dengan bahan-bahan organik yang ada di sekitar anda. Pupuk organik cair telah teruji lebih mudah diserap tanaman, namun cepat hilang karena terbawa erosi inilah alasan mengapa pupuk organik cair harus diaplikasikan lebih sering dibanding pupuk organik padat. Simak cara membuat pupuk organik cair dibawah ini.

Bahan Organik & Cara Membuat Pupuk Organik Cair

Tidak seperti yang digembar-gemborkan, sebenarnya membuat pupuk organik cair tidaklah mahal, asalkan ada kemauan --anda dapat membuat pupuk organik cair dari bahan-bahan organik yang ada dan malah terbuang di sekitar rumah. Kenali unsur hara yang dibutuhkan tanaman dan unsur hara yang ada dalam bahan organik dengan teliti kemudian tentukan pupuk organik cair dengan unsur hara dominan mana yang hendak dibuat. Karena setiap tanaman membutuhkan unsur hara dominan yang berbeda-beda baik saat masa vegetatif maupun generatif, buatlah pupuk organik cair yang tepat kandungan unsur haranya supaya tidak menyebabkan tanaman stress karena mendapatkan asupan hara yang tidak semestinya. Berikut ini bahan-bahan organik yang bisa dijadikan sumber pupuk organik cair serta kandungan unsur hara dominan didalamnya secara umum,
  1. Rumput hijau. Baik jelatang, rumput teki, rumput pagar, asalkan rumput yang banyak mengandung daun hijau, pada umumnya banyak mengandung unsur hara N (nitrogen).
  2. Tanaman Sisa Panen, sisa daging, limbah ikan, air kelapa, azolla, & sisa sayuran yang tidak ikut dimasak, juga banyak mengandung unsur hara N.
  3. Kotoran ternak apa saja, sudah dikenal masyarakat sebagai sumber Nitrogen. Kandungan unsur hara akan berlipat ganda apabila dikombinasikan dengan air kencing / urine hewan.
  4. Seresah daun / daun yang sudah gugur dari pohon juga dapat dijadikan pupuk organik cair dengan kandungan unsur hara dominan N & K (kalium).
  5. Sedangkan sabut kelapa, kulit buah-buahan, abu kayu, memiliki unsur hara dominan K
  6. Air cucian beras, tulang hewan, buah-buahan setengah busuk / tidak layak makan, batang & bonggol pisang, keong mas, eceng gondok, bunga-bungaan, memiliki unsur hara dominan P (fosfor)

Setelah anda menentukan bahan organik mana yang hendak dibuat sebagai pupuk organik cair, jangan terburu-buru merendam semua bahan organik dalam air karena bahan organik membutuhkan mikroba pelarut fosfat dan kalium serta mikroba lain yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri merugikan yang malah menyebabkan bahan-bahan organik membusuk, pada akhirnya kurang memenuhi syarat sebagai pupuk organik cair. Campurkanlah Pupuk Hayati M-BIO yang mengandung hormon ZPT & mikroba majemuk hidup di setiap liter air yang anda gunakan untuk menfermentasi bahan-bahan organik supaya semua bahan organik dapat terdekomposisi dengan baik. Berikut cara membuat pupuk organik cair sendiri di rumah,
Bahan-bahan:
- Kombinasi bahan organik: ± 90 kg
- Bahan organik cair (air kelapa / air cucian beras / urin hewan): ± 30 liter
- Gula merah / gula putih: 1 kg
- Air: 120 liter
- Pupuk Hayati M-BIO: 1 liter

Pembuatan:
  • Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, air, bahan organik cair & gula di dalam drum / wadah yang bisa ditutup rapat hingga tercampur rata. 
  • Masukkan bahan-bahan organik yang sudah dicacah setengah halus ke dalam larutan dan aduk kembali hingga bahan-bahan organik terendam dalam air, volume bahan organik setidaknya ⅓ dari volume keseluruhan, kemudian tutup rapat supaya proses fermentasi bekerja dengan sempurna
  • Lakukan pengadukan larutan sehari sekali selama 7 hari, setelah itu pupuk organik cair siap diaplikasikan.

Cara Pengaplikasian Pupuk organik cair:
  • Setiap satu liter pupuk organik cair harus dicampur dengan 5 - 10 liter air, bila dirasa terlalu pekat, boleh ditambah air.
  • Sebelum diaplikasikan, saring dahulu larutan pupuk agar sisa-sisa bahan organik yang tidak larut-- tidak terbawa ke dalam tangki sprayer.
  • Kocorkan pupuk organik cair sebanyak 1 gelas kecil (± 200cc) ke dalam lubang akar tanaman. Dan sebagian lagi disemprotkan ke batang & daun tanaman menggunakan sprayer setiap 1 - 2 minggu sekali.
  • Bahan organik yang tidak larut / hasil saringan pupuk cair ini memiliki kandungan yang kurang lebih sama, setelah dikeringkan bisa diaplikasikan layaknya pupuk organik padat.
  • Apabila dikemas baik, disimpan di tempat teduh dan terhindar dari sinar matahari langsung, pupuk organik cair bisa bertahan sampai 6 bulan.


Fungsi Penting Pupuk Hayati M-BIO dalam Cara Membuat Pupuk Organik Cair

 cara membuat pupuk organik cair
Deptan No. 258/Kpts/SR.310/B/07/2015
Pupuk Hayati / Pupuk Biofertilizer M-BIO merupakan formula khusus PELOPOR PELESTARI LINGKUNGAN dengan kandungan mikroba majemuk menguntungkan diantaranya: Azotobacter sp, Bacillus sp, Lactobacillus sp, & Saccharomyces sp. yang terbukti mampu mengikat N, melarutkan P (fosfor) dan K (kalium) menjadi unsur hara yang tersedia & lebih mudah diserap bagi tanaman sehingga mampu memproses bahan-bahan organik secara fermentasi, hingga menjadi pupuk organik cair atau yang lebih dikenal dengan PORASI (Pupuk organik hasil fermentasi) yang kaya akan unsur hara dalam waktu yang lebih cepat (7 hari) dibanding proses pembuatan pupuk organik biasa.

Selain itu, juga mengandung berbagai hormon perangsang tumbuh seperti Auksin, Giberelin, Sitokinin dan enzim sebagai senyawa bioaktif untuk pertumbuhan tanaman. Berikut keunggulan Pupuk Hayati M-BIO dalam cara membuat pupuk organik cair,
  1. Mempercepat dekomposisi bahan-bahan organik secara fermentasi
  2. Mengikat nitrogen di udara
  3. Melarutkan unsur P (fosforus) yang tidak tersedia menjadi bentuk P yang tersedia bagi tanaman
  4. Hasil fermentasi dari bahan organik ini (asam amino, asam laktat, gula, alkohol, vitamin, protein, dan asam lainnya) mudah diserap oleh tanaman.
  5. Kandungan nutrisinya lebih tinggi dari pada kompos
  6. Menghasilkan berbagai enzim dan hormone sebagai senyawa bioaktif untuk pertumbuhan tanaman
  7. Tidak meninggalkan residu negatif seperti gas dan panas, sedangkan dalam pembuatan kompos akan dilepaskan panas dan bau (gas)
  8. Praktis dan hemat, 1 liter M-BIO cukup untuk membuat 150 - 200 liter air dalam pupuk organik cair

DAPATKAN SEKARANG!!
Diskon 10% untuk 1 btl pertama
Info Lengkap Harga dan Pemesanan
 cara membuat pupuk organik cair pesan m-bio
Distributor & Agen Resmi M-BIO Porasi
Keamanan dan Kenyamanan Privasi Pelanggan Terjamin

*(( Cara Membuat Pupuk Organik Cair ))*

Line ID:
mbioporasi
Telegram ID:
@mbioporasi
Posted by: Agen Resmi M-BIO